Piply Logo
Piply
study-tips

Tingkat Tantangan Pemanggilan Ingatan: Titik Ideal Antara Terlalu Mudah dan Terlalu Sulit bagi Memori

Tingkat Tantangan Pemanggilan Ingatan: Titik Ideal Antara Terlalu Mudah dan Terlalu Sulit bagi Memori

Tingkat Tantangan Pemanggilan Ingatan: Titik Ideal Antara Terlalu Mudah dan Terlalu Sulit bagi Memori

Kamu pasti pernah mengalaminya. Menatap teks yang disorot, membaca ulang catatan sampai kata-katanya kabur. Merasa produktif karena materinya terasa familier. Lalu, hari ujian tiba dan tidak ada satu pun yang kembali.

Masalahnya bukan pada usaha. Masalahnya, peninjauan pasif menipu otakmu sehingga mengira ia sudah menguasai materi.

Solusinya adalah latihan pemanggilan ingatan, yang berarti secara aktif menarik informasi dari memori. Tapi di sinilah kebanyakan pelajar keliru: mereka memperlakukan semua pemanggilan dengan cara yang sama. Sebagian upaya terlalu mudah, sebagian lagi terlalu sulit, dan tak satu pun membangun memori yang bertahan lama.

Ada satu tingkat tantangan yang berhasil. Para peneliti menyebutnya titik ideal. Akan kutunjukkan di mana titik itu dan bagaimana menemukannya.

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Pemanggilan Ingatan

Ketika kamu memanggil informasi, kamu melakukan lebih dari sekadar mengakses memori. Kamu membentuknya ulang. Setiap pemanggilan yang berhasil membuat memori itu lebih kuat dan lebih mudah diakses nanti. Ini adalah efek pengujian, dan merupakan salah satu temuan yang paling banyak direplikasi dalam ilmu kognitif.

Roediger dan Karpicke (2006) meminta para mahasiswa mempelajari sebuah bacaan. Satu kelompok membacanya ulang empat kali. Kelompok lain membacanya sekali, lalu berlatih memanggilnya tiga kali. Pada tes yang diberikan segera, para pembaca ulang sedikit lebih unggul. Tapi seminggu kemudian, para pemanggil ingatan mengingat hampir dua kali lebih banyak.

Mekanismenya penting di sini. Ketika kamu menarik sesuatu dari memori, kamu membangun ulang jejak memori. Kamu memperkuat jalur saraf yang menghubungkan konsep itu dengan gagasan terkait. Peninjauan pasif tidak pernah melakukan ini. Kamu merasa familier dengan materi, tapi itu adalah pengenalan, bukan pemanggilan. Keduanya menggunakan proses mental yang sepenuhnya berbeda.

Karpicke dan Blunt (2011) menemukan bahwa mahasiswa yang berlatih pemanggilan dengan peta konsep mengingat lebih sedikit daripada mereka yang sekadar berlatih memanggil informasi. Membuat peta itu terasa produktif. Pemanggilan terasa sulit. Tapi pemanggilan berhasil.

Titik Ideal

Tidak semua pemanggilan setara. Ada satu tingkat tantangan yang mengoptimalkan pembelajaran, dan ia berada di antara dua mode kegagalan.

Mode kegagalan pertama adalah pemanggilan berbasis pengenalan. Kamu tahu sesuatu saat melihatnya, tapi tidak bisa memunculkannya sendiri. Soal pilihan ganda memicu ini. Membolak-balik kartu hafalan dan langsung mengenali jawabannya memicu ini. Otak tidak bekerja sekeras itu ketika hanya perlu mengonfirmasi, jadi memorinya tidak banyak menguat.

Mode kegagalan kedua adalah pemanggilan yang terlalu sulit. Kamu bukan sekadar kesulitan, kamu menebak secara acak. Ketika kamu tidak punya cukup jejak memori untuk dipakai, kamu tidak bisa memperkuat sesuatu yang tidak ada. Kamu sedang melatih kesalahan, atau tidak melatih apa pun. Inilah sebabnya menjejalkan materi semalam sebelum ujian sebenarnya bisa merusak daya ingat jangka panjang.

Titik ideal adalah tingkat kesulitan pemanggilan yang sedang. Kamu harus berusaha, tapi lebih sering berhasil daripada gagal. Usaha itu memberi sinyal ke otakmu bahwa memori ini penting. Keberhasilan itu mencegahmu melatih kegagalan. Dan perjuangan itu sendiri memperdalam pengodean.

Bjork (1994) menyebutnya "kesulitan yang diinginkan". Hal-hal ini terasa sulit saat itu juga, tapi menghasilkan pembelajaran jangka panjang yang lebih unggul. Inilah sebabnya teknik seperti pengulangan berjarak, penyelangan, dan latihan bervariasi sering terasa kurang efektif dibanding latihan terblok dan terpusat saat itu juga, tapi mengungguli mereka pada tes berikutnya.

Mengapa Keakraban Itu Berbahaya

Inilah bagian yang tidak nyaman. Ketika materi terasa mudah, kamu tidak sedang belajar. Kamu sedang mengonfirmasi.

Butler dan Roediger (2008) menunjukkan bahwa mahasiswa yang diberi beberapa kesempatan pemanggilan disertai umpan balik mengungguli mereka yang sekadar belajar ulang di antara tes. Upaya pemanggilan, bahkan ketika awalnya menghasilkan kesalahan, mengarah pada performa akhir yang lebih baik.

Para mahasiswa yang merasa lebih banyak belajar adalah mereka yang terus membaca ulang. Mereka yang merasa frustrasi oleh kesalahan pemanggilan adalah mereka yang sebenarnya belajar.

Ini berlawanan dengan intuisi. Kamu ingin mempercayai nalurimu saat belajar, tapi nalurimu memberi tahu bahwa mudah berarti efektif. Padahal tidak.

Cara Menggunakan Ini

Mengalibrasi tingkat kesulitan pemanggilan adalah sebuah keterampilan. Begini cara mengembangkannya.

Periksa format pemanggilanmu. Jika kamu memakai pilihan ganda, hampir pasti kamu sedang melatih pengenalan. Beralihlah ke pemanggilan bebas. Tutup bukunya dan tulis semua yang kamu tahu tentang suatu topik tanpa melihat. Ini lebih sulit, dan itulah intinya.

Gunakan kartu hafalan secara sengaja. Jika kamu membolak-balik kartu dan langsung mengenali jawabannya, kamu berada dalam mode pengenalan. Paksa dirimu menjawab sebelum membalik. Jika tidak bisa menjawab, balik, baca, lalu coba lagi dari ingatan. Itulah perjuangan yang berhasil.

Beri jarak pada latihanmu. Pemanggilan setelah jeda lebih sulit daripada pemanggilan segera setelah belajar. Kesulitan itu berguna. Sesi yang berjarak memaksa otakmu membangun ulang memori setiap kali, yang memperkuatnya lebih dari latihan terpusat.

Rangkullah perjuangan yang produktif. Ketika kamu tidak bisa mengingat sesuatu dan harus berusaha untuk memanggilnya, itulah titik ideal. Jangan langsung mencarinya. Diamlah sejenak dengan kesulitan itu. Coba sudut pandang terkait. Usaha itu terbayar, meski tidak terasa demikian.

Kalibrasi dengan umpan balik. Setelah upaya pemanggilan, periksa akurasimu. Jika hampir semua benar, naikkan tingkat kesulitannya. Jika hampir semua salah, turunkan. Kamu menginginkan tingkat keberhasilan sekitar 70 hingga 80 persen. Ini bukan aturan kaku, melainkan panduan. Intinya adalah menghindari titik ekstrem.

Versi Praktisnya

Beginilah bentuknya dalam satu sesi belajar.

Kamu membaca sebuah bab tentang teori beban kognitif. Alih-alih membaca ulang, kamu mengambil selembar kertas kosong dan menulis semua yang kamu bisa tentang topik itu. Kamu memeriksa catatanmu. Kamu mengidentifikasi celah. Kamu memanggil informasi yang hilang dan menuliskannya lagi. Ini lebih sulit daripada membaca ulang. Terasa lebih lambat. Kamu mungkin frustrasi.

Tapi inilah yang terjadi di otakmu. Kamu membangun ulang jejak memori setiap kali kamu memunculkannya. Koneksi ke konsep terkait (memori kerja, skema, kesulitan yang diinginkan) menguat karena kamu mengaksesnya bersamaan. Lain kali kamu membutuhkan informasi ini, ia datang lebih cepat.

Kamu bisa membaca bab itu empat kali lagi dan merasa kamu menguasainya. Atau kamu bisa memanggilnya tiga kali dan benar-benar menguasainya seminggu kemudian.

Penelitian sudah jelas tentang pendekatan mana yang menang.

Menemukan Tingkatmu

Titik ideal bukanlah titik yang tetap. Ia bergeser seiring kamu belajar. Apa yang mulanya terlalu sulit menjadi bisa ditangani, lalu terlalu mudah, lalu tidak berguna kecuali kamu menaikkan tingkat kesulitannya lagi.

Inilah sebabnya pembebanan progresif penting dalam belajar, persis seperti dalam latihan kekuatan. Kamu tidak memakai beban yang sama selamanya. Kamu menambah beban seiring kamu menjadi lebih kuat. Tantangannya tetap berada di zona produktif.

Kamu akan tahu kamu berada di titik ideal ketika pemanggilan terasa menuntut usaha tapi tetap bisa dilakukan. Ketika kamu lebih sering berhasil daripada gagal. Ketika materi menantangmu tapi tidak mengalahkanmu.

Perasaan itulah titik ideal. Dan di situlah pembelajaran sejati terjadi.

Bagaimana pendekatan belajarmu saat ini? Apakah kamu kebanyakan mengenali informasi, atau secara aktif memanggilnya?

Siap mencoba Piply?

Jadikan artikel ini kenyataan Anda. Mulai belajar lebih cepat hari ini.

Mulai gratis